Sebuah ledakan dilaporkan terjadi di kilang minyak terbesar di Port Arthur, Texas, pada Selasa (24/3/2026) waktu setempat. Insiden ini memicu spekulasi di media sosial tentang pola serangan terhadap infrastruktur energi global.
Akun media sosial Threads @hustler melaporkan adanya ledakan di kilang minyak Port Arthur, Texas, yang merupakan fasilitas penyulingan minyak terbesar di Amerika Serikat. Kilang tersebut memiliki kapasitas pengolahan lebih dari 600.000 barel minyak per hari.
“Ledakan dilaporkan terjadi di kilang minyak terbesar di Port Arthur, Texas. Ini tidak acak. Target energi sedang diserang di seluruh dunia. Sesuatu yang lebih besar sedang terjadi,” demikian bunyi unggahan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian setempat, pemadam kebakaran, maupun operator kilang mengenai penyebab ledakan dan jumlah korban.
View on Threads
Target Energi dalam Konflik Global
Pemberitaan tentang ledakan kilang minyak di Texas ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global terkait infrastruktur energi. Sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari 2026, sejumlah fasilitas energi di berbagai negara menjadi sasaran serangan.
Iran sebelumnya telah mengancam akan menghancurkan infrastruktur energi dan air di Timur Tengah jika fasilitasnya diserang. Pekan lalu, Iran menyerang fasilitas energi di Qatar yang menyebabkan kerusakan signifikan dan melumpuhkan 17 persen kapasitas ekspor LNG negara tersebut.
Amerika Serikat sendiri sebelumnya memberi ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz, dengan ancaman akan “meluluhlantakkan” pembangkit listrik Iran jika tidak dipenuhi.
Belum Ada Klaim Bertanggung Jawab
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di kilang Port Arthur. Pihak berwenang setempat juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut.
Kilang minyak Port Arthur merupakan fasilitas kritis yang mengolah sekitar 3-4 persen dari total kapasitas penyulingan minyak AS. Gangguan operasional di kilang ini berpotensi mempengaruhi pasokan bahan bakar di wilayah selatan Amerika Serikat.




Tinggalkan Balasan