Seekor bandeng kawak seberat 19 kilogram pecahkan rekor terbesar dalam sejarah Pasar Bandeng Gresik.
KOSONGSATU.ID —Tradisi tahunan Pasar Bandeng Gresik 2026 mencatatkan sejarah baru. Seekor bandeng kawak raksasa dengan bobot 19 kilogram berhasil memecahkan rekor sebagai yang terbesar sepanjang sejarah kontes.
Ikan milik Syaifullah Mahdi, petambak asal Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, tersebut laku dilelang seharga Rp50 juta dan dibeli oleh PT Petrokimia Gresik.
Puncak acara yang digelar di kawasan Bandar Grissee pada Senin (16/3/2026) malam ini menyedot perhatian ribuan warga. Bandeng juara tersebut memiliki panjang 114 sentimeter dan telah dibudidayakan dengan penuh ketelatenan selama 17 hingga 18 tahun.
“Masa budidayanya sekitar 17 sampai 18 tahun. Kami menjaga kualitas air tambak serta memberi pakan secara konsisten,” ujar Syaifullah, sang juara bertahan, di sela acara.
Dominasi Petambak Ujungpangkah
Selain Syaifullah, posisi juara kedua juga diraih oleh petambak asal Desa Pangkahwetan bernama Askin dengan bobot bandeng 14 kilogram. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Zainul Abidin dari Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, dengan bobot bandeng 8 kilogram.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani, menegaskan bahwa Pasar Bandeng kini bukan sekadar keramaian musiman. Sejak tahun 2025, tradisi ini telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTBI).
“Ini adalah identitas budaya yang terus kita jaga. Mulai dari Rebo Wekasan hingga Festival Bandeng Kawak, semua kita arsipkan dan lestarikan agar anak cucu kita tetap mengenal jati diri Gresik,” tegas Gus Yani.
Dukungan Pupuk Subsidi dan Dampak Ekonomi
Untuk mendukung produktivitas para petambak, Pemerintah Kabupaten Gresik menyalurkan 9.825 ton pupuk bersubsidi (Urea, SP-36, dan Organik). Pupuk tersebut dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp1.800 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang mencapai Rp10.000 per kilogram.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan budidaya bandeng yang menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di Gresik. Sekretaris Daerah Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menambahkan bahwa nilai sejarah Pasar Bandeng yang telah ada sejak abad ke-15 (era Sunan Giri) harus terus berpadu dengan inovasi modern.




Tinggalkan Balasan