OpenAI bersiap meluncurkan browser berbasis kecerdasan buatan yang bakal mengubah cara pengguna menjelajah internet. Langkah ini menjadi ancaman serius bagi dominasi Google Chrome di pasar peramban.
KOSONGSATU.ID—OpenAI siap menghadirkan browser baru berbasis kecerdasan buatan yang diprediksi akan menantang dominasi Google Chrome yang sudah lama menguasai pasar.
Browser ini dirancang untuk merombak cara pengguna berinteraksi dengan internet, dengan mengutamakan percakapan yang mirip dengan ChatGPT, bukan sekadar membuka halaman-halaman web secara tradisional.
Dikutip dari laporan Reuters (9/7), browser ini akan hadir dalam waktu dekat, dilengkapi dengan kemampuan AI agent seperti Operator.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai tugas otomatis, seperti memesan restoran, mengisi formulir, atau mencari informasi—semuanya langsung dari dalam browser tanpa perlu berpindah tab atau aplikasi.
Bagi OpenAI, peluncuran browser ini bukan hanya soal merilis produk baru. Ini adalah bagian dari strategi besar untuk memperluas pengaruh mereka dalam kehidupan digital sehari-hari, baik secara pribadi maupun profesional.
Dengan lebih dari 500 juta pengguna aktif mingguan ChatGPT, browser ini berpotensi mengganggu bisnis periklanan Google yang sangat bergantung pada data pengguna dari Chrome.
Jika OpenAI berhasil, mereka dapat mengakses perilaku pengguna langsung tanpa bergantung pada ekosistem pihak ketiga, yang bisa mengancam dominasi Alphabet di pasar iklan digital.
Sejak peluncuran ChatGPT pada akhir 2022, OpenAI terus bergerak untuk bersaing dengan raksasa seperti Google dan Anthropic.
Bahkan, pada Mei lalu, mereka mengakuisisi startup perangkat AI, io, senilai USD6,5 miliar, yang dipimpin oleh mantan desainer Apple, Jony Ive, sebagai langkah pertama menuju pasar hardware.
Dengan menggabungkan perangkat lunak dan perangkat keras, OpenAI menunjukkan keseriusannya membentuk ekosistem digitalnya sendiri. Browser AI ini bisa menjadi pintu masuk utama untuk mewujudkan ambisi tersebut.*




Tinggalkan Balasan