IHSG dibuka menguat pada Rabu (18/2/2026) setelah libur Imlek. Investor kini fokus pada hasil RDG Bank Indonesia terkait BI-Rate yang diprediksi bertahan di level 4,75 persen di tengah tekanan jual asing.
KOSONGSATU.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi (18/2/2026), mengakhiri jeda aktivitas pasar modal selama libur panjang Tahun Baru Imlek.
Pergerakan indeks saat ini mencerminkan fase normalisasi likuiditas di tengah konsolidasi investor menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan pada pembukaan sesi pertama, IHSG bergerak di zona hijau setelah pada penutupan pekan lalu, Jumat (13/2/2026), indeks sempat terkoreksi sebesar 0,64 persen ke posisi 8.212,27. Secara kumulatif dalam sepekan sebelum libur panjang, indeks sebenarnya masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,49 persen.
Analisis Teknis dan Level Pergerakan
Secara teknikal, pergerakan indeks hari ini diperkirakan berada pada rentang support 8.122 hingga 8.189. Sementara itu, target resistance terdekat diproyeksikan pada area 8.265 hingga 8.408. Upaya indeks untuk menembus level psikologis 8.300 hingga 8.440 menjadi titik krusial untuk mengonfirmasi kelanjutan tren penguatan jangka pendek.
Penguatan pagi ini didorong oleh aksi akumulasi selektif investor pada saham-saham yang telah mengalami koreksi harga signifikan, serta rilis laporan keuangan tahun penuh 2025 yang mulai dipublikasikan oleh sejumlah emiten besar di bursa.
Sentimen Kebijakan Moneter dan Aliran Modal
Fokus utama pelaku pasar saat ini tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung mulai hari ini, 18 Februari, hingga besok, 19 Februari 2026. Konsensus pasar memprediksi Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate pada level 4,75 persen. Keputusan tersebut dinilai selaras dengan mandat stabilitas nilai tukar Rupiah dan pengendalian inflasi di awal kuartal pertama tahun ini.
Namun, potensi penguatan indeks masih tertahan oleh tekanan aksi jual bersih (net foreign sell) investor asing. Pada perdagangan terakhir sebelum libur, investor asing mencatatkan penjualan bersih senilai Rp2,03 triliun. Secara tahunan berjalan, arus modal keluar masih menjadi tantangan bagi penguatan IHSG secara berkelanjutan.
Sektor Penggerak Pasar
Sektor energi dan barang konsumsi (consumer goods) menjadi perhatian utama dalam perdagangan sesi pertama ini. Sektor energi mendapatkan katalis dari pergerakan harga komoditas global, sementara sektor konsumer menguat seiring dengan ekspektasi kinerja keuangan emiten yang diproyeksikan tumbuh positif pada periode akhir tahun lalu.




0 Komentar