Menjelang 14 Februari 2026, sebagian orang menyiapkan hadiah—sebagian lain menyewa kehadiran.
Di Jepang, layanan sewa pacar—dikenal sebagai rental kareshi (pacar sewaan pria) dan rental kanojo (pacar sewaan perempuan)—dilaporkan kembali ramai menjelang Hari Valentine. Polanya berulang setiap tahun: momen yang identik dengan pasangan kerap memunculkan kebutuhan yang sama sekali sederhana, yakni “punya teman” untuk makan malam, berjalan-jalan, atau sekadar terlihat tidak sendiri.
Di dalam narasi modern kota-kota besar, kesepian tidak selalu tampil sebagai kesedihan yang dramatis. Ia sering hadir sebagai situasi praktis: undangan makan malam yang terasa canggung jika datang sendirian, unggahan media sosial yang ingin terlihat “taken”, atau keinginan merayakan hari yang di kalender banyak orang diberi makna romantis. Di sela itu, sebuah industri menawarkan jalan keluar yang rapi: hubungan yang disewakan, dihitung per jam, dan berakhir tepat waktu.
Tarif Per Jam, Paket Seharian, dan Biaya Tambahan
Agensi penyewaan menyediakan katalog “talent” dengan foto-foto yang dikurasi—beragam persona, dari tipe “cool”, “cute boy”, hingga gaya pekerja kantoran yang rapi. Namun, daya tarik visual itu datang bersama angka yang membuat layanan ini tak bisa disebut murah.
Berdasarkan penelusuran pada situs rental populer di Jepang, tarif kencan biasa dipatok sekitar 6.000–10.000 yen per jam, atau setara Rp 600 ribu–Rp 1 juta. Ada pula paket seharian (sekitar 6 jam) yang bisa mencapai Rp 5–6 juta. Angka itu baru biaya “menyewa orangnya”—sementara makan, tiket hiburan, transportasi, dan kebutuhan kencan lain umumnya ditanggung penyewa.
Dengan skema tersebut, kencan penuh layanan saat Valentine dapat berujung pada total biaya yang—dalam perbincangan warganet Indonesia—dibandingkan dengan gaji UMR Jakarta. Bukan karena layanan itu menawarkan relasi yang lebih “nyata”, melainkan karena ia menjual sesuatu yang sulit dihitung: rasa ditemani, walau hanya sementara.
Relasi Profesional dengan Aturan Ketat
Meski identik dengan romantika, jasa sewa pacar berjalan dengan pagar batas yang jelas. Industri ini menerapkan aturan ketat demi keamanan dan kenyamanan talent. Layanan yang ditawarkan umumnya mencakup jalan bersama, makan malam, obrolan personal, hingga pendampingan sebagai “gandengan” di ruang publik.



2 Komentar