Khusnul Abidin, buruh kantin berpenghasilan Rp30.000 sehari, sempat meragukan tawaran pembangunan rumah. Ia menelusuri kegiatan penyelenggara sebelum menerima bantuan.

KOSONGSATU.ID — Khusnul Abidin (37), buruh kantin di Desa Prupuh, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, terpilih sebagai penerima program pembangunan Rumah Syukur menjelang Hari Pahlawan 2026.

Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia Kabupaten Gresik berencana membangun ulang rumah yang ditempatinya bersama istri dan putra mereka yang berusia lima tahun.

Abidin pertama kali menerima kabar tersebut dari Kepala Desa Prupuh, Musholin. Ia sempat sulit percaya bahwa bantuan yang ditawarkan berupa pembangunan rumah.

“Pikiran saya, kalau rakyat kecil dapat doorprize atau hadiah itu paling mentok lemari baru atau sembako. Lha kok ini malah dapat rumah baru,” kata Abidin.

Rumah keluarga tersebut berada di Dusun Prupuh RT 02 RW 01. Dengan penghasilan sekitar Rp30.000 sehari dari bekerja di kantin Remaja Masjid, biaya perbaikan rumah sulit dijangkau Abidin.

Pendapatan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ia dan istrinya harus mengatur pengeluaran sehari-hari dengan cermat.

Memastikan Rumah Dibangun Sampai Selesai

Kebutuhan akan hunian layak tidak membuat Abidin langsung menerima tawaran tersebut. Ia lebih dahulu mencari informasi tentang kegiatan PCTA Indonesia melalui Instagram dan TikTok.

Abidin ingin memastikan program itu benar-benar berjalan. Kekhawatiran utamanya adalah rumah telanjur dibongkar, tetapi pembangunan terhenti karena dana tidak mencukupi.

Menurut Abidin, sebelumnya ia pernah mendapat tawaran bantuan renovasi dari pemerintah maupun Koramil setempat. Namun, ia khawatir bantuan tersebut hanya membiayai sebagian kebutuhan perbaikan.

Kekhawatiran itu muncul setelah ia melihat pengalaman perbaikan rumah sejumlah tetangganya. Karena itu, kepastian penyelesaian pembangunan menjadi pertimbangan sebelum menerima tawaran.

Setelah menelusuri kegiatan PCTA Indonesia di media sosial, Abidin memutuskan menerima program Rumah Syukur yang dikaitkan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2026.

Bagi keluarga tersebut, tawaran pembangunan rumah jauh melampaui perkiraan awal Abidin tentang bantuan yang mungkin diterimanya.

“Awalnya saya benar-benar tidak percaya,” kata Abidin. (Muhammad Arief/Kontributor)