MotoGP Mandalika 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober. Capaian 3.000 pekerja dan lebih dari 600 UMKM pada tahun lalu kini menjadi ukuran dampak ekonomi yang perlu dijaga.

KOSONGSATU.ID — MotoGP Mandalika 2026 akan digelar di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada 9–11 Oktober 2026.

Penyelenggaraan tahun kelima ajang balap dunia itu membawa perhatian pada manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, terutama keterlibatan tenaga kerja dan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM.

Pada MotoGP Mandalika 2025, penyelenggara mencatat 140.324 penonton. Ajang tersebut juga disebut menghasilkan dampak ekonomi nasional Rp4,96 triliun.

Dalam pelaksanaan MotoGP tahun lalu, lebih dari 600 UMKM lokal terlibat dalam ekosistem acara dan destinasi. Lebih dari 3.000 tenaga kerja juga terserap di berbagai sektor pendukung.

Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan pengembangan ajang ini turut diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat.

“Jika pada tahun pertama seluruh marshal berasal dari luar negeri, kini 100 persen marshal yang bertugas merupakan talenta lokal NTB yang telah memenuhi standar internasional,” kata Maya dalam peluncuran MotoGP Mandalika 2026 di Jakarta, 18 Juni 2026.

Capaian tersebut menjadi pijakan bagi penyelenggara menjelang balapan Oktober mendatang. Angka 3.000 tenaga kerja dan lebih dari 600 UMKM merupakan realisasi MotoGP 2025, bukan target resmi baru untuk tahun ini.

Keterlibatan UMKM

Dampak ekonomi ajang internasional tidak hanya ditentukan jumlah penonton. Belanja pengunjung perlu masuk ke pelaku usaha setempat melalui kuliner, penginapan, transportasi, produk kreatif, pertanian, jasa kebersihan, keamanan, dan layanan wisata.

ITDC menyatakan persiapan MotoGP 2026 mencakup pengembangan area makanan dan minuman serta UMKM yang lebih terkurasi. Penguatan juga diarahkan pada konektivitas, mobilitas kawasan, keselamatan, keamanan, pengelolaan kerumunan, kebersihan, dan pengalaman pengunjung.

Pada Juni 2026, ITDC menggelar pelatihan pemasaran digital bagi 28 pemilik UMKM dari Desa Kuta dan Desa Prabu di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Pelaku usaha binaan tersebut bergerak di bidang pangan olahan, produk berbasis kelapa, hingga pertanian hidroponik. Sejumlah UMKM mulai terhubung dengan ekosistem bisnis kawasan melalui pemasokan produk kepada tenant dan pelaku usaha kuliner.

General Manager The Mandalika Pari Wijaya mengatakan pelatihan itu ditujukan untuk memperluas akses kemitraan warga desa penyangga dengan sektor pariwisata.

“Kami ingin semakin banyak UMKM lokal yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata The Mandalika,” kata Pari dalam keterangan tertulis, 12 Juni 2026.

Kesiapan Sirkuit

Selain dampak ekonomi, kesiapan teknis sirkuit tetap menjadi syarat utama penyelenggaraan MotoGP. ITDC menyatakan persiapan dilakukan agar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 memenuhi standar Dorna Sports dan Fédération Internationale de Motocyclisme atau FIM.

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Troy Warokka mengatakan persiapan diarahkan untuk menghadirkan penyelenggaraan yang aman dan nyaman bagi peserta maupun pengunjung.

MotoGP Mandalika juga diposisikan sebagai ruang promosi bagi budaya, kuliner, serta destinasi wisata Lombok dan NTB. Kehadiran penonton dan wisatawan menjadi peluang bagi usaha lokal untuk memperluas pasar.

Tantangan berikutnya adalah memastikan pelaku usaha di desa penyangga tidak hanya mendapat ruang promosi, tetapi juga terlibat dalam transaksi dan rantai pasok selama rangkaian balapan berlangsung.

“Melalui konsep ‘Thrill in Paradise’, pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan balapan kelas dunia, tetapi juga menikmati keindahan alam, budaya, kuliner, sport tourism, dan berbagai pengalaman khas Indonesia,” kata Troy.***