​Ibu Nyai Shofwatul Ummah selaku Ketua Umum DHIBRA Pusat dalam pesannya menegaskan pentingnya agenda ini bagi seluruh warga Shiddiqiyyah. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan petunjuk dari sang mursyid agar umat menjadi hamba yang pandai bersyukur.

Harapannya, dengan adanya syukur yang terus menerus, Allah akan menambah nikmat persatuan bagi Indonesia. Pesan ini menjadi pelecut semangat bagi pengurus di tingkat DPC Rejoso untuk menyukseskan acara.

​Kiai Muchammad Muchtar Mu’thi selaku Mursyid juga sering menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah “Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa”.

Kalimat yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 tersebut menjadi landasan utama gerakan sujud syukur ini. Beliau mengingatkan agar bangsa Indonesia jangan pernah lengah dan selalu menjaga jati diri melalui rasa syukur yang tulus.

​Kegiatan di Nganjuk ini ditutup dengan doa keselamatan bagi bangsa Indonesia dan keutuhan NKRI. Partisipasi aktif jemaah di tingkat daerah seperti ini membuktikan bahwa nasionalisme berbasis religi tetap tumbuh subur di tengah masyarakat. Melalui sujud syukur dua malam tersebut, warga Shiddiqiyyah berharap kedamaian senantiasa menyelimuti bumi nusantara sepanjang tahun 1447 Hijriah.***