Dilema Garis Keturunan
Meski jalannya tampak mulus, pencalonan Mojtaba sama sekali tidak lepas dari kontroversi ideologis. Mewariskan kekuasaan tertinggi dari ayah ke anak sangat bertentangan dengan prinsip dasar Revolusi Islam 1979 yang menumbangkan sistem monarki pro-AS. Al Jazeera pada 1 Maret 2026 menyoroti dilema tajam ini dalam laporan analisis mereka.
”Putra kedua Khamenei, Mojtaba Khamenei, merupakan kandidat teratas. Namun, garis keturunan Khamenei juga menjadi hambatan terbesarnya. Suksesi ayah ke anak sangat dikecam di Iran,” catat Tim Redaksi Al Jazeera.
Keputusan Majelis Pakar dalam pemungutan suara ini kelak akan menentukan masa depan struktur kekuasaan Iran. Jika Mojtaba terpilih, ia diprediksi akan sangat bersandar pada penegakan aparat keamanan demi menjaga stabilitas nasional.***



0 Komentar