Modem portabel melindungi ponsel dari panas berlebih saat berbagi internet.


KOSONGSATU.ID–​Kenyamanan mudik Lebaran 1447 H tahun 2026 tidak lepas dari ketersediaan akses informasi digital. Kebutuhan warga terhadap internet Wireless Fidelity (Wi-Fi) komunal melonjak saat mereka berkumpul di kampung.

Namun, ketiadaan jaringan kabel fiber optic di pelosok sering menjadi rintangan utama. Ditambah lagi, pemerataan kualitas sinyal seluler antardaerah masih menjadi pekerjaan rumah berbagai operator.

​Dalam situasi serba terbatas ini, berbagi koneksi melalui fitur tethering ponsel kerap menjadi jalan pintas. Cara ini seolah menjadi andalan setiap keluarga untuk tetap bisa mengakses media sosial.

Kenyataannya, menjadikan ponsel cerdas sebagai router komunal membawa risiko besar bagi gawai itu sendiri. Komponen internal ponsel dipaksa bekerja di luar batas kewajaran.

​Kinerja ekstra tersebut menyebabkan daya baterai ponsel menyusut dengan sangat cepat. Selain itu, perangkat akan mengalami overheating atau panas berlebih jika memancarkan sinyal untuk waktu yang lama.

Situasi ini bisa memicu kerusakan permanen pada komponen vital perangkat komunikasi genggam. Oleh sebab itu, solusi internet alternatif yang lebih aman kian mendesak untuk dihadirkan.

​Operator telekomunikasi melihat celah ini sebagai peluang edukasi dan penetrasi pasar. Indosat Ooredoo Hutchison meluncurkan Indosat HiFi Air di Jakarta pada akhir Februari 2026.

Produk Fixed Wireless Access (FWA) ini dirancang sebagai pelindung ponsel dari beban tethering berlebih. Pengguna kini bisa menyerahkan tugas memancarkan sinyal Wi-Fi sepenuhnya pada modem router khusus.

Bebas Cabut Pasang

​Director and Chief Commercial Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Syed Bilal Kazmi, menyoroti kemudahan operasional alat ini pada 9 Maret 2026.

“Saat musim mudik, perangkat yang sama bisa dibawa ke kampung halaman dan digunakan kembali tanpa perlu pemasangan ulang,” paparnya. Alat ini bisa dicabut dari ruang keluarga di kota dan langsung dipasang kembali di ruang tamu rumah nenek.

​Sistem plug-and-play memungkinkan modem bekerja selama terhubung dengan arus listrik. Selama perjalanan mudik, perangkat bahkan bisa diaktifkan menggunakan inverter mobil atau dicolokkan ke stopkontak di rest area.

Ponsel pintar seluruh anggota keluarga bisa kembali berfungsi normal hanya sebagai alat penerima sinyal. Perjalanan jauh menjadi lebih tenang tanpa insiden gawai mati mendadak kehabisan daya.