Perkembangan itu menunjukkan konsistensi tradisi sekaligus penguatan identitas kebangsaan yang diusung Shiddiqiyyah.

Iman dan Nasionalisme

Langkah tersebut mempertegas doktrin utama Thoriqoh Shiddiqiyyah, yakni Hubbul Wathon Minal Iman—cinta tanah air sebagai bagian dari iman.

Bagi Syekh Mukhtar, taubat pada 17 Ramadan tidak hanya bermakna ibadah vertikal, tetapi juga instrumen literasi sejarah. Tradisi ini diharapkan merawat ingatan kolektif bangsa tentang momentum Ramadan 1945.

Dengan demikian, nasionalisme tidak berdiri terpisah dari spiritualitas, melainkan tumbuh dari kesadaran sejarah dan tanggung jawab moral bersama. ***