Serangan ke Iran sendiri bermula pada 28 Februari lalu, berlandaskan klaim pengembangan senjata nuklir yang selalu Teheran bantah keras.
Di tengah pusaran konflik politik dan adu kekuatan militer, warga sipil selalu menjadi pihak yang membayar harga paling mahal. Ketika ruang-ruang penyembuhan dihancurkan dan tenaga medis dibungkam oleh teror, peperangan sejatinya telah merenggut sisi paling dasar dari kemanusiaan itu sendiri.
Dunia kini berdiri di persimpangan: bertindak untuk menyelamatkan nyawa, atau diam membiarkan sejarah mencatat sebuah tragedi besar tanpa akhir.***
Halaman



Tinggalkan Balasan