Antara Klik dan Kepentingan
Mungkin sebagian jurnalis hanya ikut arus algoritma. Berita buruk menjual. Judul sensasional lebih cepat viral. Tapi ketika bias itu berulang, efeknya serius: masyarakat mulai ragu pada lembaga keagamaan yang justru jadi fondasi moral bangsa.
Mungkin juga, di balik layar, ada narasi yang sengaja dipelihara: narasi yang ingin memisahkan umat dari akar sosialnya, membuat kita curiga pada ulama sendiri.
Melawan dengan Narasi Balik
Sudah saatnya pesantren mengambil kembali kendali atas ceritanya sendiri. Bukan cuma jadi objek berita, tapi jadi penggerak narasi.
Caranya?
- Bangun unit informasi dan hubungan media di setiap pesantren besar.
- Latih santri dalam literasi media dan jurnalisme.
- Gandeng media alternatif atau jurnalis warga untuk menyebar kisah inspiratif dari dalam pesantren.
- Desak Dewan Pers dan lembaga pengawas media menindak framing yang bias dan tak berimbang.
Seperti kata almarhum Prof. Azyumardi Azra, “Pesantren adalah lembaga pendidikan paling resilien dan adaptif di negeri ini.” Dan benar, pesantren selalu bisa bertahan — asal tidak diam.
Menggugat Warisan Lama
Snouck Hurgronje mungkin sudah mati lebih dari seabad lalu. Tapi warisannya masih terasa: kecurigaan terhadap Islam, ulama, dan pesantren.
Dulu penjajahan memakai senjata dan kebijakan. Sekarang, ia hadir lewat opini dan persepsi.
Tugas kita sederhana tapi genting: jangan biarkan warisan itu hidup di kepala kita sendiri.
Karena di balik sunyi pesantren, ada ribuan santri yang menyiapkan masa depan bangsa — tanpa sorot kamera, tanpa headline, tanpa pamrih.
Dan justru di situlah Indonesia yang sejati sedang tumbuh.***
Fakta Kunci:
-
-
- 36.000+ pesantren di Indonesia (Kemenag RI, 2023).
- 5 juta santri aktif belajar dan tinggal di pesantren.
- Pola propaganda anti-pesantren pertama kali digagas oleh Snouck Hurgronje (1906).
- Framing media modern kerap mereproduksi pola lama kolonial: mencurigai Islam sosial.
-
Referensi:
- Hurgronje, C. Snouck. De Atjehers. Leiden: Brill, 1906.
- Eriyanto. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi dan Politik Media. LKiS, 2002.
- Kementerian Agama RI. Data Pondok Pesantren 2023.
- Azra, Azyumardi. Berbagai pidato dan tulisan mengenai peran pesantren dalam pendidikan nasional.





2 Komentar