Kiai Imam Rozi tak sekadar ulama, melainkan panglima sekaligus telik sandi Pangeran Diponegoro. Keturunannya merawat akar dakwah dan pesantren di tanah Jawa hingga kini.

KOSONGSATU.ID – Pegiat sejarah Klaten Hari Wahyudi mengungkapkan keterlibatan Kiai Imam Rozi sebagai panglima perang sekaligus penghulu Pangeran Diponegoro dalam kancah Perang Jawa. Ulama asal Klaten ini bertugas menyatukan kekuatan laskar santri pada kurun 1825 hingga 1830. Perlawanan gigihnya membuat pertahanan militer Belanda kerap kerepotan.

“Sebagai penghulu, imam besar pada masa perang Jawa yang berhubungan dengan spiritual. Yang mengarahkan Pangeran Diponegoro dalam hal berjihad dan berperang,” kata Hari Wahyudi.

Ihwal strategi, Imam Rozi yang bergelar Singo Manjat juga menjalankan peran krusial sebagai telik sandi. Ia selalu berada di barisan terdepan untuk mengamankan jalur pasukan sebelum Pangeran Diponegoro melintas di medan pertempuran.

Sebelumnya, sejarawan asal Inggris Peter Carey dalam buku Sisi Lain Diponegoro turut mencatat posisi tawar Imam Rozi. Tokoh muda yang bergabung sejak usia 24 tahun ini diangkat menjadi penghulu untuk menggantikan posisi Kiai Mojo.

Manggala Yudha dan Dukungan Laskar Timur

Penulis sejarah militer Belanda, AWP Wietzel, membenarkan eskalasi perang yang masif di wilayah timur Yogyakarta. Menurut catatan Wietzel, pergerakan laskar santri dari Klaten hingga Kartasura menjadi kunci awal peperangan.

“Pada permulaan Perang Diponegoro itu banyak mendapat dukungan dari santri dan ulama, yang salah satunya Kiai Imam Rozi ini. Karena sebagai pemimpin para santri maka gelarnya Singo,” ujar Hari.

Selain itu, sang manggala yudha memiliki rekam jejak diplomasi yang kuat. Saat tertangkap di Semarang, ia justru dibebaskan penjajah demi mengantarkan surat rahasia Pangeran Diponegoro kepada Pakubuwono VI di Surakarta.

Isi surat tersebut memuat permohonan agar Imam Rozi diizinkan berdakwah dan mendapatkan lahan merdeka. Janji itu baru terwujud pada 1837 saat keraton memberikan wilayah bebas pajak di Desa Tempursari, Klaten.