Dalam forum itu, Presiden meminta pelaku usaha memperluas investasi di sektor padat karya seperti tekstil, garmen, sepatu, dan mebel untuk menjaga penyerapan tenaga kerja.
Shinta Widjaja Kamdani menyatakan pengusaha menyambut baik arahan tersebut.
“Ini bukan sekadar kami mendengar arahan, tapi two-way communication. Kami blak-blakan soal hambatan regulasi dan pajak. Beliau minta kami fokus ciptakan lapangan kerja untuk kurangi kemiskinan, kami siap asal iklimnya kondusif,” ujarnya.
Selain mendorong ekspansi industri, Prabowo juga menegaskan komitmen menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Ia memastikan Indonesia menghormati seluruh perjanjian internasional yang telah dibuat pemerintahan sebelumnya.
“Kita jaga keamanan untuk semua. Kita hormati semua perjanjian yang dibangun oleh Indonesia sebagai pemerintah. Kita punya track record yang sangat besar. Indonesia belum pernah default dalam sejarah,” kata Prabowo.
Presiden turut menekankan visi Indonesia ASRI—aman, sehat, resik, dan indah—yang menurutnya mulai dijalankan, termasuk program gentengisasi di berbagai daerah.
Konsep Indonesia Incorporated, kata dia, menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing nasional di tengah dinamika ekonomi global 2026.***




0 Komentar