Mantan CEO Freeport-McMoRan, Richard Adkerson, mengonfirmasi komitmen jangka panjang perusahaan terkait perpanjangan izin tambang ini. “(Kesepakatan) ini adalah perpanjangan umur sumber daya, dan kami tidak sabar untuk melakukan pengeboran delineasi guna mengetahui seperti apa tubuh bijih itu selama beberapa dekade mendatang,” ungkapnya kepada Reuters (19/2).
Sementara itu, untuk menahan laju penurunan produksi minyak nasional, PT Pertamina resmi menggandeng perusahaan migas multinasional Halliburton dalam proyek pemulihan ladang minyak (oilfield recovery).
Penguatan Ketahanan Pangan Nasional
Di tengah ketidakpastian iklim global, pemerintah juga memanfaatkan momentum ini untuk mengamankan pasokan bahan baku pangan dan industri. Berdasarkan lembar fakta US-ABC, portofolio agribisnis yang disepakati mencakup impor 1 juta metrik ton kedelai AS, 1,6 juta ton jagung, dan 93.000 ton kapas. Rantai pasok gandum juga dikunci di angka 1 juta ton untuk 2026, dengan proyeksi eskalasi hingga 5 juta ton pada 2030 yang melibatkan raksasa agribisnis Cargill Inc.
Tim Media Presiden RI merilis pernyataan resmi bahwa deretan kesepakatan ini mencerminkan tingginya “kepercayaan dunia usaha internasional terhadap prospek ekonomi nasional.”
Secara analisis geoekonomi, aliran Foreign Direct Investment (FDI) berskala raksasa ini diproyeksikan memberikan sentimen positif yang kuat bagi stabilitas makroekonomi domestik dalam waktu dekat. Di sisi lain, hal ini secara efektif menaikkan posisi tawar geopolitik Indonesia, menjadikannya simpul penting dalam rantai pasok teknologi AS di kawasan Indo-Pasifik.***



1 Komentar