Presiden Prabowo dan Presiden Putin sepakat memperkuat kerja sama Indonesia–Rusia, dengan sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama dalam kemitraan strategis kedua negara.


KOSONGSATU.ID–Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di St. Petersburg, Kamis (19/6), untuk membahas arah baru hubungan bilateral kedua negara.

Salah satu topik utama yang disoroti dalam pertemuan tersebut adalah peluang kerja sama di sektor pertanian, seiring meningkatnya kebutuhan pangan global dan ketahanan pangan nasional.

Pertemuan ini berlangsung di tengah perayaan bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS pada awal Januari lalu—langkah yang disambut hangat oleh Rusia.

“Saya sangat berterima kasih kepada Rusia atas dukungannya bagi Indonesia menjadi anggota penuh BRICS dalam waktu yang sangat singkat,” kata Prabowo, dalam pernyataan pers bersama dengan Putin.

Putin menegaskan pentingnya kehadiran Indonesia di BRICS, dan menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan memainkan peran penting dalam organisasi tersebut. Ia juga menyoroti sektor-sektor strategis yang potensial untuk dikembangkan, termasuk energi, pertahanan, penjelajahan luar angkasa, dan secara khusus—pertanian.

“Kami melihat banyak perspektif kerja sama, terutama dalam bidang pertanian,” ujar Putin.

Ia menyebut Rusia siap memperluas pasokan produk pertanian ke Indonesia, serta membuka akses yang lebih besar bagi ekspor komoditas pertanian Indonesia ke pasar Rusia.

Sementara itu, Prabowo menilai hubungan ekonomi Indonesia–Rusia semakin produktif dan menjangkau lebih banyak bidang. Ia menyebut kerja sama yang telah terjalin perlu diperluas dengan pendekatan saling menguntungkan, termasuk untuk menjawab tantangan kedaulatan pangan.

“Hubungan kita meningkat terus. Ekonomi membaik, kerja sama di banyak bidang mengalami kemajuan,” kata Prabowo.

Dalam konteks kerja sama pertanian, baik Indonesia maupun Rusia melihat peluang besar dalam transfer teknologi, ketahanan pangan, serta ekspansi perdagangan produk pangan strategis. Di tengah meningkatnya tekanan geopolitik global, kedua negara menyampaikan komitmen untuk memperkuat kerja sama yang berorientasi pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan ekonomi lintas kawasan.***