Pakar memperingatkan pose dua jari yang populer di media sosial berpotensi mengekspos data biometrik yang tidak bisa diganti sepanjang hidup.


KOSONGSATU.ID — Kebiasaan berswafoto dengan pose peace — dua jari telunjuk dan tengah terangkat menghadap kamera — ternyata menyimpan risiko keamanan yang kerap diabaikan: bocornya sidik jari ke tangan yang salah.

Peringatan ini kembali viral setelah pakar keuangan asal China, Li Chang, mendemonstrasikan ekstraksi sidik jari dari swafoto seorang selebriti dalam sebuah reality show yang tayang April 2026. Menggunakan perangkat lunak pengedit foto dan kecerdasan buatan (AI), gambar yang tampak buram pun bisa dipertajam hingga menghasilkan data biometrik yang dapat digunakan.

Seberapa Jauh Risiko Itu?

Li Chang menyatakan sidik jari dapat diekstrak dari foto yang diambil dalam jarak 1,5 meter jika jari menghadap langsung ke kamera. Pada jarak 1,5 hingga 3 meter, sekitar setengah detail sidik jari masih dapat dipulihkan.

Temuan ini selaras dengan penelitian National Institute of Informatics (NII) Jepang sejak 2017, yang menyimpulkan foto dari jarak hingga tiga meter pun bisa digunakan untuk merekonstruksi sidik jari — jika pencahayaan dan ketajaman gambar memadai.