Iran resmi menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi di tengah kecamuk perang, menggantikan ayahnya yang gugur dibom AS.
KOSONGSATU.ID – Ahad, 8 Maret 2026, menjadi titik balik sejarah bagi Republik Islam Iran. Pasca-kematian Khamenei oleh serangan udara, Majelis Ahli membuat keputusan penting. Mereka resmi menetapkan Mojtaba Khamenei, putra kedua sang mendiang, untuk menduduki kursi kekuasaan tertinggi di Teheran.
Penunjukan pria berusia 56 tahun ini sebenarnya tidak mengejutkan para pengamat geopolitik, namun tetap memicu getaran di panggung internasional.
Mojtaba adalah sosok yang tumbuh dalam bayang-bayang. Ia tidak pernah memegang jabatan publik melalui pemilu, namun selama puluhan tahun, ia bergerak efektif di balik layar sebagai “penjaga gerbang” ayahnya.
Sinyal Garis Keras dan Perlawanan Politik
Naiknya Mojtaba ke puncak kekuasaan membawa pesan kuat: Iran tidak akan melunak. Hubungan eratnya dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sejak era Perang Iran-Irak tahun 1980-an menjadikan Mojtaba sebagai representasi faksi konservatif yang paling murni.
Al Jazeera menggambarkan sosoknya sebagai pemimpin yang kemungkinan besar akan bersikap konfrontatif terhadap Barat. Hal ini dipertegas oleh pernyataan Rami Khouri, Distinguished Public Policy Fellow di American University of Beirut. Menurutnya, suksesi ini adalah bentuk pembangkangan nyata.




Tinggalkan Balasan