Harga cabai rawit merah meroket hingga Rp80.000/kg sepanjang pekan kedua Februari 2026 akibat cuaca ekstrem. Sementara itu, harga protein hewani seperti ayam dan telur cenderung stabil di pasar.
KOSONGSATU.ID — Harga sejumlah komoditas pangan penting mengalami fluktuasi signifikan sepanjang pekan kedua Februari (8–14 Februari 2026). Komoditas hortikultura, terutama cabai rawit merah, memimpin kenaikan harga nasional akibat kendala pasokan dari sentra produksi.
Sementara itu, kelompok protein hewani seperti daging ayam dan telur justru menunjukkan tren stabilitas di tengah masa pemanasan harga menjelang Ramadan.
Lonjakan Drastis Cabai Rawit Merah
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan volatilitas tertinggi pekan ini. Data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat harga sempat menembus angka Rp80.000 per kilogram di tingkat pedagang eceran wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Kenaikan ini dipicu oleh menyusutnya volume pasokan dari wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat akibat cuaca ekstrem. Curah hujan yang tinggi menyebabkan gangguan panen, sehingga distribusi ke pasar-pasar induk seperti Kramat Jati mengalami penurunan drastis sejak pertengahan pekan.
Tren Kenaikan Bawang Merah dan Putih
Menyusul jejak cabai, harga bawang merah juga merangkak naik ke kisaran Rp38.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Pedagang menyebut kenaikan ini bersifat musiman, namun mulai dipengaruhi oleh ekspektasi permintaan menjelang Ramadan.
Di sisi lain, harga bawang putih impor ikut terdorong naik tipis, yang dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar Rupiah serta peningkatan biaya logistik jalur distribusi darat di Pulau Jawa.
Pergerakan Harga Beras Medium
Di sektor pangan pokok, beras premium terpantau stabil di level Rp15.000 – Rp16.000 per kilogram. Namun, beras medium mulai menunjukkan pergerakan naik tipis sekitar 1 hingga 3 persen di beberapa daerah.
Guna meredam gejolak ini, Perum Bulog mengintensifkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memastikan stok nasional masih dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama beberapa bulan ke depan.
Stabilitas Harga Daging Ayam dan Telur
Berbeda dengan kelompok sayur-mayur, harga protein hewani justru menjadi penyeimbang inflasi pangan pekan ini. Harga daging ayam broiler bertahan stabil di kisaran Rp36.000 – Rp40.000 per kilogram. Demikian pula dengan telur ayam ras yang terjaga di level Rp28.000 – Rp30.000 per kilogram.
Asosiasi peternak menyatakan bahwa produksi dalam negeri saat ini masih surplus, sehingga mampu menjaga stabilitas harga di pasar meskipun terdapat tren kenaikan pada komoditas lainnya.
Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian pangan secara bijak sesuai kebutuhan. Operasi pasar akan terus digelar secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga sembako bagi seluruh lapisan masyarakat. ***





0 Komentar