Operasi militer Pakistan di Afghanistan memicu deklarasi perang terbuka. Serangan udara dan drone saling balas, krisis kemanusiaan membesar, Asia Selatan di ambang instabilitas baru.
KOSONGSATU.ID — Langit Kabul, Kandahar, hingga Paktia dilaporkan kembali diselimuti dentuman ledakan pada Jumat (27/2/2026). Ketegangan yang selama bertahun-tahun membara di perbatasan Pakistan–Afghanistan akhirnya pecah menjadi konfrontasi militer terbuka.
Pemerintah Pakistan menyatakan status “perang terbuka” terhadap Afghanistan melalui operasi bersandi Operasi Ghazab Lil Haq (Kemarahan yang Benar). Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengonfirmasi eskalasi tersebut kepada media internasional.
Angkatan Udara Pakistan (PAF) diklaim membombardir 22 titik strategis di Afghanistan, termasuk Kabul, Kandahar, dan Paktia. Sebagai respons, otoritas Taliban di Kabul meluncurkan serangan pesawat nirawak yang menargetkan instalasi militer Pakistan.
Perbatasan sepanjang 2.611 kilometer—yang dikenal sebagai Garis Durand—kini berubah menjadi zona tempur aktif.
Februari Berdarah: Diplomasi yang Runtuh dalam Tiga Pekan
Eskalasi tidak terjadi dalam satu malam. Februari 2026 menjadi titik runtuhnya sisa-sisa diplomasi kedua negara:
- 11 Februari: Pakistan mengeluarkan ultimatum keras terkait keamanan perbatasan.
- 21 Februari: PAF menyerang tujuh lokasi yang diduga kamp kelompok bersenjata di Nangarhar, Paktika, dan Khost.
- 26 Februari: Pasukan Taliban membalas dengan serangan lintas batas.
- 27 Februari: Operasi Ghazab Lil Haq diluncurkan, menandai deklarasi perang terbuka.
Akar konflik kembali mengerucut pada tudingan Islamabad bahwa Kabul memberikan tempat perlindungan bagi Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Kelompok ini diperkirakan memiliki 30.000–35.000 anggota dan aktif melakukan serangan di Khyber Pakhtunkhwa dan Balochistan.
Upaya mediasi yang dilaporkan difasilitasi Qatar pada akhir 2025 disebut gagal menghasilkan kesepakatan konkret.
Perang Klaim di Tengah Kabut Perang
Seperti lazimnya konflik bersenjata, informasi korban jiwa dipenuhi klaim silang.




Tinggalkan Balasan