Selebgram Ruce Nuenda memicu kontroversi setelah mengunggah aktivitas olahraga di fasilitas umum saat dirinya terinfeksi campak. Aksi yang viral di media sosial itu menuai kritik tajam karena dianggap membahayakan kelompok rentan. Ruce pun akhirnya meminta maaf dan mengaku baru memahami risiko penularan penyakit tersebut.


KOSONGSATU.ID—Kontroversi bermula dari unggahan Ruce Nuenda, yang akrab disapa Mama Ebra, pada awal Maret 2026. Ia memperlihatkan dirinya berolahraga di fasilitas umum meski sedang dalam masa pemulihan campak.

Akun @Maeliani07 di platform X menjadi pihak pertama yang melayangkan kritik pada 4 Maret 2026. Unggahan tersebut langsung viral dan memicu perdebatan di kalangan netizen. Banyak yang menilai tindakan Ruce tidak bertanggung jawab karena berisiko menularkan virus kepada masyarakat luas.

Permintaan Maaf Ruce Nuenda

Menanggapi kegaduhan, Ruce Nuenda mengunggah klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya pada 5 Maret 2026. Ia mengakui kesalahan dan menyatakan tidak memahami sepenuhnya bahaya penularan campak.

“Saya ingin menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya. Jujur, saya baru memahami sepenuhnya setelah mendapat teguran dari teman-teman semua,” tulis Ruce.

Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam membagikan aktivitas kesehatannya di masa mendatang. Ruce juga berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih peduli pada protokol kesehatan.

Peringatan Kemenkes: Campak Sangat Menular

Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr. Andi Saguni, memberikan tanggapan resmi dalam konferensi pers pada 6 Maret 2026. Ia menegaskan bahwa pasien campak wajib melakukan isolasi mandiri.

Menurut dr. Andi, tindakan Ruce kemungkinan besar didasari ketidaktahuan mengenai sifat virus yang mudah menular. “Satu orang yang terinfeksi campak mampu menularkan virus kepada 12 hingga 18 orang lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dampak penularan di fasilitas umum bisa sangat fatal, terutama bagi bayi, ibu hamil, dan individu dengan daya tahan tubuh lemah. Isolasi menjadi langkah mutlak yang tidak boleh diabaikan.

Data Kasus Campak Meningkat

Kemenkes mencatat hingga minggu ketujuh 2026, sudah ada 8.224 kasus suspek campak yang dilaporkan. Angka ini menambah tantangan pemerintah dalam menekan lonjakan penularan.

Pakar kesehatan mengingatkan bahwa campak bukan sekadar ruam biasa. Tanpa penanganan dan isolasi yang tepat, risiko komplikasi seperti radang paru (pneumonia) dan radang otak (ensefalitis) tetap mengintai.

Edukasi Protokol Isolasi

Kasus Ruce Nuenda menjadi perhatian serius otoritas kesehatan karena pengaruh besar influencer terhadap perilaku publik. Kemenkes berharap kejadian ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya isolasi mandiri saat terinfeksi penyakit menular.

Masyarakat diimbau untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala campak dan tidak melakukan aktivitas di luar ruangan hingga dinyatakan sembuh oleh tenaga medis.***