Seluruh personel Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) yang telah tiba di lokasi pembangunan Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS) mulai berjibaku dengan pengerjaan struktur dasar, sejak pagi hingga malam.


KOSONGSATU.ID—Langit belum terlalu tinggi ketika denting besi mulai terdengar di lokasi pembangunan Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS) di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Di balik tiang-tiang besi yang masih polos dan kusen yang baru saja dituang adukan cor, belasan tangan terus bergerak tanpa henti.

Mereka bukan buruh proyek biasa. Para pekerja ini adalah para relawan OPSHID FKYME dari semua zona yang tersebar di Indonesia. Mereka mengerjakan tahap awal pembangunan rumah yang merupakan bagian dari program bersar bernama Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS)—sebelum peletakan batu pertama pada Ahad, 22 Juni nanti.

Sejak Rabu, 18 Juni 2025, pukul delapan pagi, seluruh personel dari Zona 1, 2, 3, dan 4, plus dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) juga, sudah mengawali hari dengan pekerjaan teknis yang berat dan presisi: pembesian, pembuatan begel, hingga pengerjaan bokesting sebagai cetakan untuk pengecoran.

Pengerjaan Rumah Pintar pra-peletakan batu pertama dikebut dari pagi hingga malam. | Tangkapan Video Dok. OPSHID Zona 1

Di sela aktivitas, mereka juga menyiapkan kusen dari material cor, yang nantinya akan menjadi kerangka utama pintu dan jendela. Tak ketinggalan, proses “ngeram” besi untuk sloof, kolom, dan ring menjadi rutinitas teknis yang membutuhkan ketelitian.

“Ini semua bagian dari tahapan pra peletakan batu pertama. Hari ini kami fokus pada struktur dasar bangunan,” kata Muhlisin, Koordinator Lapangan Zona 1, di lokasi proyek, Kamis, .

Pengerjaan tak hanya berlangsung di siang hari. Setelah rehat pada pukul lima sore, seluruh tim kembali turun ke lokasi pada pukul tujuh malam dan melanjutkan pekerjaan hingga pukul sembilan malam. Ritme ini sudah berjalan intens selama beberapa hari terakhir.

Muhlisin menegaskan jika kegiatan tak hanya dilakukan oleh tim Zona 1. Seluruh tim dari Dewan Pengurus Pusat (DPP), Zona 2, Zona 3, dan Zona 4 juga sudah siaga di titik-titik lokasi masing-masing.

Hari-hari ini menjadi semacam momentum kolektif, di mana solidaritas dan kerja gotong royong menjadi fondasi yang tak kalah penting dari adukan semen.

“Setiap zona bertanggung jawab atas bagian tertentu, dan hari ini semuanya bergerak serempak,” ujarnya.

Pekerjaan belum selesai, tapi langkah pertama sudah dimulai. Rumah Syukur bukan hanya akan berdiri di atas tanah dan beton, melainkan juga di atas semangat kolektif yang diaduk setiap hari, dari pagi hingga malam.***