MUI dukung gencatan senjata AS-Iran demi maslahat global. Keamanan ibadah Haji 2026 dari agitasi konflik jadi prioritas utama.


KOSONGSATU. ID – ​Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespons positif kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang terwujud melalui mediasi Pakistan. Keputusan ini membawa angin segar bagi upaya meredakan ketegangan geopolitik global, sekaligus memunculkan harapan baru bagi stabilitas di kawasan Timur Tengah.

​Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyebut prakarsa ini sebagai langkah krusial untuk menghadirkan maslahat yang lebih luas bagi umat manusia di seluruh dunia.

​Jaminan Keamanan Mutlak untuk Haji 2026

​Di tengah meredanya tensi politik kedua negara, MUI menyoroti satu agenda terpenting bagi umat Islam global: kelancaran dan keamanan penyelenggaraan ibadah Haji 2026. Sudarnoto menekankan bahwa stabilitas kawasan menjadi syarat mutlak agar jutaan jemaah haji dari berbagai belahan dunia dapat beribadah dengan tenang.

​MUI mendesak seluruh pihak untuk memastikan kawasan Timur Tengah bebas dari berbagai bentuk provokasi menjelang musim haji. “Pelaksanaan haji tahun ini haruslah dijamin keamanan dan ketertibannya, serta steril dari agitasi pihak manapun,” ujar Sudarnoto melalui keterangan tertulis pada Kamis (9/4/2026).

​Kemenangan Diplomasi dan Perlunya Pengawasan Ketat

​MUI juga memandang kesepakatan ini sebagai penegas keberhasilan diplomasi Teheran dalam menjaga martabat dan kedaulatan bangsa. Sudarnoto menilai Iran menempatkan tuntutannya secara proporsional selama perundingan, tanpa menunjukkan ambisi untuk mendominasi secara sepihak.

​Namun, MUI mengingatkan bahwa potensi pengkhianatan kesepakatan tetap membayangi. Oleh karena itu, dunia internasional harus membangun sistem pengawasan yang ketat. “Diperlukan mekanisme pengawasan internasional yang kuat serta komitmen moral dan politik yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak agar kesepakatan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar efektif,” tegasnya.

​Mengerek Sentimen Positif Pasar Indonesia

​Lebih jauh, stabilitas yang lahir dari gencatan senjata ini turut memberikan imbas positif secara ekonomi. Berdasarkan analisis pasar Indonesia, meredanya konflik AS-Iran berhasil menekan ketidakpastian ekonomi makro. Kondisi ini menstabilkan rantai pasok energi global dan menumbuhkan kembali kepercayaan investor, yang pada gilirannya memperkuat nilai tukar Rupiah dan menggairahkan bursa saham domestik.

​Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran harus menjadi titik tolak untuk menghentikan berbagai kekerasan di kawasan lain. MUI mengajak komunitas internasional untuk terus mengawal proses transisi ini. Perdamaian global, menurut MUI, hanya bisa berdiri kokoh apabila seluruh negara bersedia menegakkan prinsip keadilan secara konsisten tanpa menerapkan standar ganda.***