Dulu, basa-basi dilakukan untuk menghargai orang lain. Sekarang, bentuk basa-basi baru di grup media sosial adalah: daripada grup sepi, lebih baik membuat isu atau melempar hoaks agar suasana ramai. Perilaku pura-pura tidak tahu atau bertindak bodoh demi pamer ini sangat berbahaya.
Descartes pernah berpesan bahwa masyarakat yang terbiasa bersenang-senang dengan pura-pura bodoh, lama-kelamaan akan kebanjiran orang yang benar-benar bodoh. Lantas, bagaimana caranya agar otak kita tidak terus-menerus dicuci oleh informasi yang menyesatkan?
René Descartes menawarkan sebuah rumus: Dubium sapientiae initium—meragukan adalah awal dari kebijaksanaan. Descartes memberikan ilustrasi yang sangat terkenal tentang Keranjang Apel untuk menjelaskan metode berpikir ini.
Bayangkan pikiranmu adalah sebuah keranjang penuh berisi apel. Kamu curiga ada beberapa apel yang busuk di dalamnya, dan kamu takut kebusukan itu menular ke apel yang masih segar. Apa yang harus kamu lakukan? Kamu tidak bisa sekadar mengambil satu-dua apel dari atas.
Kamu harus menumpahkan seluruh isi keranjang itu, memeriksa setiap apel satu per satu, lalu hanya memasukkan kembali apel yang benar-benar bagus dan pasti tidak busuk. Di era paska-kebenaran pada Juli 2026 ini, menumpahkan keranjang apel berarti menangguhkan kepercayaan, menguji asumsi sendiri, dan menganalisis variabel informasi secara rinci.

Manusia, menurut Descartes, adalah kombinasi antara fisik dan pikiran. Tubuh kita seperti kendaraan, sedangkan akal adalah sopirnya. Agar kendaraan tidak menabrak di media sosial, hindari enam nafsu yang membuat cara menyetir akal menjadi kacau: terlalu suka, terlalu benci, terlalu kagum, terlalu bergairah, terlalu semangat, serta terlalu gembira atau sedih.
Ketika emosi berada pada level serba terlalu, akal tidak akan berfungsi dengan jernih. Maka, mari mulai mencuci otak kita secara mandiri—bukan disetir oleh algoritma dan retorika orang lain, melainkan disaring dengan ketajaman bernalar. Punya akal sehat saja tidak cukup, yang terpenting adalah menggunakannya dengan benar.***




Tinggalkan Balasan