Pendekatan historis yang sederhana ini menyentuh emosi peserta di halaman Ndalem Pojok. Indah Winarti, warga setempat yang hadir, mengaku terharu melihat reka ulang tersebut.
”Saya sampai menangis, hati saya bergetar. Rasanya seperti dilempar kembali ke masa lalu,” ucap Indah.
Peringatan Hari Konstitusi
Ihwal rangkaian acara, perayaan di situs bersejarah ini berlanjut hingga Selasa, 18 Agustus 2026. Panitia menggelar Syukuran Hari Konstitusi dan peringatan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Agenda tersebut meliputi kirab budaya Nusantara, doa lintas agama, santunan warga miskin, sarasehan, hingga tradisi selamatan. Ketua Panitia Tasyakkuran, R.M. Suhardono, menilai tanggal 18 Agustus memiliki kedudukan sejarah yang krusial.
”Jika 17 Agustus adalah momen pengakuan kemerdekaan, maka 18 Agustus adalah hari disahkannya UUD 1945 serta pengangkatan Presiden dan Wakil Presiden pertama oleh PPKI,” kata Suhardono.***




Tinggalkan Balasan