John Mearsheimer, profesor ilmu politik dan hubungan internasional Universitas Chicago, menilai Iran memiliki banyak kartu unggul dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel. Ia mendesak pemerintahan Trump mulai memikirkan cara mundur dari perang.


KOSONGSATU.ID — “Sekarang saatnya bagi Gedung Putih untuk mulai memikirkan cara untuk keluar dari perang dengan Republik Islam Iran,” ujar Mearsheimer, dalam wawancara dengan Daniel Davis, kolonel purnawirawan militer AS, seperti dikutip Pars Today, Rabu (25/3).

Mearsheimer, yang dikenal sebagai salah satu tokoh realis dalam teori hubungan internasional, menekankan bahwa Iran menunjukkan kecerdikan dan pemahaman mendalam tentang dinamika konflik.

“Iran sangat cerdik dan berpengetahuan, dan mereka memiliki kartu-kartu unggul,” tegasnya.

John Mearsheimer. – Political Science

AS Tak Menangkan Perang

Profesor dari Universitas Chicago itu menyatakan bahwa AS tidak memenangkan perang melawan Iran. Ia memperingatkan bahwa pesan yang dikirim ke dunia, terutama ke Tiongkok, justru menunjukkan ketidakmampuan.

“Kita tidak memenangkan perang terhadap Iran, dan pesan yang kita kirimkan ke Tiongkok dan seluruh dunia adalah bahwa kita adalah sekelompok orang bodoh yang memulai perang yang tidak mampu kita menangkan,” ujarnya.

“Memukul beberapa target tidak berarti memenangkan perang,” tambah Mearsheimer.

Konteks Perang dan Diplomasi

Pernyataan Mearsheimer muncul di tengah eskalasi konflik yang memasuki pekan kelima. Iran sebelumnya menolak proposal 15 poin AS untuk mengakhiri perang—menyebutnya “maksimalis dan tidak masuk akal.”

Sementara itu, Iran mengajukan lima syarat sendiri untuk mengakhiri konflik, termasuk penghentian pembunuhan terhadap pejabat Iran, jaminan keamanan, reparasi, serta pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz.

Mearsheimer dikenal sebagai kritikus vokal kebijakan luar negeri AS, terutama terkait perang di Timur Tengah dan pendekatan terhadap Iran. Analisisnya kerap menjadi rujukan dalam diskursus akademik mengenai keterlibatan militer AS di kawasan.***