Berdiri sejak 1575, Masjid Kuno Kuncen di Madiun menjadi satu-satunya situs yang merekam transisi kekuasaan dari Demak, Pajang, hingga Mataram Islam.
KOSONGSATU.ID – Pemerintah Kota Madiun menganggarkan Rp1,3 miliar untuk membangun menara Masjid Kuno Kuncen — cagar budaya yang menyimpan lapisan sejarah tiga kerajaan besar Jawa sejak abad ke-16.
Masjid yang berdiri sekitar 1575 ini didirikan pada masa Pangeran Timur, bupati pertama Purabaya — nama awal Madiun — yang diangkat oleh Kesultanan Pajang. Pangeran Timur sendiri merupakan putra Sultan Trenggono dari Demak dan cucu Sunan Kalijaga.
Penaklukan yang Mengubah Nama
Pada 16 November 1590, Panembahan Senopati dari Mataram menaklukkan Purabaya melalui siasat tipu muslihat. Nama wilayah pun resmi berganti menjadi Madiun.
Meski ditaklukkan, makam Pangeran Timur di kompleks Kuncen tetap dirawat. Menurut seorang akademisi bernama Dr. Bernardus Sitorus, dalam laporannya pada tahun 2023, Mataram menghormati tokoh-tokoh leluhur Madiun sebagai bagian dari strategi konsolidasi kekuasaan di Jawa.
Arsitektur Lintas Era
Masjid Kuno Kuncen berbentuk joglo dengan 16 tiang jati atau soko guru — mencerminkan kemandirian sumber daya hutan Madiun pada masanya.
Di kompleks ini juga terdapat makam sejumlah bupati Madiun, termasuk Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno. BPCB Trowulan Jawa Timur telah menetapkan bangunan utama masjid sebagai cagar budaya.
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan bahwa menara baru yang akan dibangun dirancang bergaya kuno agar selaras dengan bangunan aslinya. “Masjid ini kekunoannya harus tetap terjaga. Karena ini nanti juga menjadi wisata religi,” ujarnya, Juli 2023.***




Tinggalkan Balasan