Temuan Lima Kilogram Bahan Peledak
Penyelidikan segera dilakukan. Pihak Polsek Sumoroto dan Satreskrim Polres Ponorogo langsung menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal. Area disterilkan untuk menghindari potensi ledakan susulan. Tim Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur kemudian diturunkan ke lokasi pada Senin hingga Selasa (2-3/3/2026).
Hasil identifikasi petugas di lapangan sungguh mengejutkan. Tim menemukan sisa bahan peledak yang jumlahnya sangat masif. Anggota Tim Gegana Polda Jatim, Dian, pada Selasa (3/3/2026) mengonfirmasi jenis bahan berbahaya tersebut.
“Jadi yang dibuat di sini dipastikan jenis low explosive atau black powder,” tegasnya.
Petugas memperkirakan terdapat sekitar 5 kilogram black powder di lokasi kejadian. Ledakan itu bahkan menyisakan sebuah kawah sedalam 5 sentimeter. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa selongsong petasan dan plastik balon udara. Kuat dugaan, ledakan dipicu oleh percikan api rokok saat para korban meracik bahan peledak ke dalam selongsong pipa PVC.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, pada Minggu (1/3/2026) memberikan peringatan keras.
“Tradisi Ponorogo saat puasa memang banyak buat petasan dan balon udara. Kita mengimbau masyarakat Ponorogo sudahlah jangan membuat petasan, tidak ada untungnya,” tegasnya.*




0 Komentar