Pendaftaran 96 guru PPPK Sekolah Garuda berakhir pukul 23.59 WIB malam ini.


KOSONGSATU.ID—Pendaftaran seleksi guru untuk SMA Unggul Garuda Baru resmi ditutup pada Senin (16/2/2026) pukul 23.59 WIB. Sistem pada portal nasional SSCASN Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan terkunci otomatis tanpa perpanjangan waktu.

Sebanyak 96 formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diperebutkan pelamar dari seluruh Indonesia. Formasi tersebut diperuntukkan bagi empat lokasi rintisan sekolah unggulan di wilayah terluar.

Program SMA Unggul Garuda Baru berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Pemerintah menargetkan tenaga pendidik muda untuk ditempatkan di Belitung Timur (Bangka Belitung), Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).

Dukungan Hunian dan Tunjangan Khusus

Wakil Menteri Diktisaintek, Prof. Stella Christie, menegaskan pemerintah menyiapkan fasilitas khusus bagi guru yang lolos seleksi.

“Kita memanggil guru-guru berprestasi. Ini bukan sekadar mengajar, tapi membangun peradaban di daerah terluar. Fasilitas hunian seluas 60 meter persegi sudah disiapkan bagi setiap guru di dalam kompleks sekolah,” ujar Stella dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Ia memastikan tidak ada perpanjangan waktu pendaftaran setelah sistem SSCASN ditutup malam ini. Keputusan tersebut bersifat final.

Standar seleksi Sekolah Garuda juga lebih ketat dibanding rekrutmen guru pada umumnya. Pelamar wajib berusia maksimal 32 tahun per 1 Mei 2026 dan memiliki IPK minimal 3,25 dari skala 4,00.

Kemampuan bahasa Inggris menjadi syarat utama. Pelamar harus melampirkan sertifikat resmi IELTS minimal skor 5,5 atau TOEFL iBT minimal skor 51.

Lonjakan Trafik dan Imbauan Teknis

Tim Helpdesk SSCASN BKN mencatat lonjakan trafik kunjungan sejak pagi. Calon pelamar diminta segera menyelesaikan proses unggah dokumen sebelum memasuki jam padat pukul 20.00 hingga 23.00 WIB.

BKN juga mengingatkan ketentuan penggunaan e-meterai. Dokumen wajib menempatkan e-meterai secara tepat dan tidak bertumpuk dengan tanda tangan basah agar dapat terbaca sistem pemindaian otomatis.

Setelah pendaftaran ditutup, tahapan berikutnya adalah verifikasi administrasi. Peserta yang lolos akan melaju ke tahap seleksi kompetensi sesuai jadwal yang ditetapkan panitia.***