Dinamika perang Rusia-Ukraina kian krusial jelang 5 tahun invasi. Pasukan Kyiv berhasil pukul mundur Rusia di wilayah selatan menggunakan rudal domestik Flamingo dan taktik siber.
KOSONGSATU.ID—Tepat dua hari menjelang peringatan lima tahun invasi pada 24 Februari 2026, dinamika perang Rusia-Ukraina kembali memasuki fase krusial. Menyusul kegagalan perundingan damai di Jenewa pada pertengahan pekan ini, militer Ukraina pada Minggu (22/2/2026) merespons dengan eskalasi asimetris, berhasil memukul mundur ekspansi pasukan Rusia di perbatasan wilayah selatan.
Berdasarkan pantauan intelijen sumber terbuka (open-source intelligence/OSINT) hari ini, pasukan Kyiv sukses menahan laju garis pertahanan dan mendisrupsi suplai garis depan Moskow di perbatasan administratif Dnipropetrovsk-Zaporizhia. Momentum keberhasilan di lapangan ini terjadi di tengah adu taktik militer dan perang informasi yang semakin meruncing.
Kebuntuan Diplomasi dan Perang Klaim Teritorial
Peningkatan intensitas pertempuran ini merupakan buntut langsung dari gagalnya diplomasi. Perundingan dua hari di Jenewa yang dimediasi oleh Amerika Serikat resmi berakhir tanpa terobosan pada 18 Februari. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, secara tajam menuduh Moskow tidak memiliki niat baik. “Rusia menggunakan taktik penundaan dalam negosiasi,” tegas Zelensky.
Seiring runtuhnya meja perundingan, perang klaim teritorial mencuat. Kepala Direktorat Operasi Utama Staf Umum Rusia, Kolonel Jenderal Sergei Rudskoy, sebelumnya mengklaim pasukannya telah merebut 900 kilometer persegi dan 42 permukiman sejak awal 2026. Namun, klaim propaganda ini dibantah keras oleh lembaga pemantau independen Institute for the Study of War (ISW). Data verifikasi visual per 20 Februari menunjukkan Rusia hanya mencatat kemajuan riil sekitar 572 kilometer persegi di 19 permukiman.
Pergeseran Taktis: Rudal ‘FP-5 Flamingo’ dan Operasi Siber
Merespons tekanan di lapangan dan berupaya menyiasati lambatnya birokrasi Barat terkait pembatasan penggunaan senjata sumbangan, Ukraina mengambil langkah radikal. Sejak 21 Februari, Kyiv melancarkan kampanye serangan udara jarak jauh menggunakan rudal jelajah produksi dalam negeri model terbaru, FP-5 Flamingo. Persenjataan ini ditargetkan langsung ke infrastruktur industri pertahanan dan energi di dalam wilayah teritorial utama Rusia.



Tinggalkan Balasan