Kenaikan harga beras dan minyak goreng jelang Ramadan memicu keluhan warga di media sosial.


KOSONGSATU.ID — Menjelang bulan suci Ramadan, media sosial kembali dipenuhi keluhan warga terkait kenaikan harga beras dan minyak goreng. Persiapan ibadah yang semestinya bersifat spiritual bergeser menjadi kekhawatiran ekonomi, terutama soal pengeluaran dapur.

Pola ini nyaris berulang setiap tahun. Memasuki Ramadan, permintaan pangan meningkat seiring kuatnya tradisi Megengan atau Punggahan di sejumlah wilayah Jawa. Kegiatan kenduri dan berbagi makanan membuat kebutuhan beras dan minyak goreng melonjak bersamaan.

Bagi banyak rumah tangga, dapur menjadi indikator paling nyata daya beli. Ketika harga bahan pokok naik, tradisi berbagi ikut terdampak. Sejumlah warga mengaku mengurangi porsi hidangan, bahkan meniadakan Megengan karena biaya tak terjangkau.

Stok Aman, Harga Tetap Tinggi

Secara historis, periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan–Idulfitri selalu diiringi tekanan inflasi pangan. Permintaan meningkat bukan hanya untuk konsumsi selama puasa, tetapi juga untuk kebutuhan sosial dan ritual keagamaan.

Di tengah situasi itu, pernyataan pemerintah mengenai ketersediaan stok beras dan minyak goreng yang aman kerap berbenturan dengan realitas di pasar. Warga tetap menghadapi harga tinggi meski pasokan disebut mencukupi.

Narasi “stok aman, harga mahal” kembali menguat di media sosial. Unggahan soal lonjakan harga, selisih harga antarpasar, hingga dugaan persoalan distribusi menjadi konten yang cepat viral karena dirasakan lintas kelompok masyarakat.

Keluhan tersebut berkembang menjadi curahan kolektif. Dapur rumah tangga kembali menjadi sorotan.

Bansos Pangan Diharapkan Tekan Harga

Merespons kenaikan harga dan tekanan opini publik, pemerintah menyiapkan intervensi berskala besar. Perum Bulog ditugaskan menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng secara rapel menjelang Ramadan.

Program ini menyasar 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap KPM akan menerima bantuan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Penyaluran dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Maret 2026.