​Ketua Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia, Sektiadi, menegaskan perlunya pendekatan multidisipliner yang menggabungkan arkeologi, antropologi, dan genetika untuk memahami sejarah manusia secara utuh. Menurutnya, pemahaman akan migrasi bukan sekadar melihat perpindahan kelompok, melainkan bagaimana identitas sosial dan teknologi terbentuk.

​”Melalui integrasi penelitian multidisipliner yang menggabungkan arkeologi, antropologi, dan genetika, kita dapat memahami secara utuh bagaimana manusia masa lalu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan membangun kebudayaannya,” ujar Sektiadi.***