Associated Press juga melaporkan Trump menunda ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran dan memperpanjang tenggat pembukaan Selat Hormuz hingga 6 April 2026. Trump menyebut pembicaraan untuk mengakhiri perang berjalan “very well”, sehari setelah Teheran menolak proposal ceasefire 15 poin dari Washington. 

Laporan AP juga mencatat perang telah menewaskan lebih dari 1.900 orang di Iran, hampir 1.100 orang di Lebanon, dan 18 orang di Israel. 

Tekanan Internasional Menguat

Di tengah kebuntuan itu, tekanan global terus membesar. Para menteri luar negeri negara-negara G7 pada 27 Maret 2026 menuntut penghentian segera serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, sekaligus menegaskan pentingnya pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. 

Pada saat yang sama, jalur diplomasi baru mulai muncul. Pakistan, Turki, dan Mesir disebut semakin aktif menjadi mediator, menggantikan dominasi kanal lama kawasan Teluk. Ini menunjukkan bahwa perang belum menuju damai, tetapi dorongan ke meja perundingan mulai mengeras. 

Dengan posisi Iran yang menolak gencatan sementara, jalan menuju deeskalasi kini bergantung pada satu syarat utama dari Teheran: perang harus benar-benar dihentikan, bukan sekadar di-pause.***