Sejumlah riset pangan fungsional internasional menunjukkan antosianin dapat membantu memperlambat absorbsi glukosa serta menekan stres oksidatif yang berkaitan dengan diabetes tipe 2.
Dampak Penggilingan Beras
Sebaliknya, nasi putih berasal dari beras yang telah melalui proses penggilingan intensif. FAO dan WHO mencatat proses ini menghilangkan lapisan aleuron dan serat, sehingga karbohidrat lebih cepat dipecah menjadi glukosa dan memicu lonjakan gula darah dalam waktu singkat.
Relevansi dengan Pola Konsumsi Nasional
Isu indeks glikemik menjadi semakin relevan di Indonesia seiring meningkatnya prevalensi diabetes. Data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan menunjukkan tren kenaikan kasus diabetes, sementara pola konsumsi masih didominasi nasi putih.
Badan Pusat Statistik mencatat konsumsi beras nasional berada di kisaran 95–100 kilogram per kapita per tahun, jauh melampaui konsumsi umbi-umbian lokal seperti uwi. Kondisi ini dinilai membatasi diversifikasi pangan.
Alternatif Tanpa Menghapus Peran Beras
Dengan karakter indeks glikemik yang lebih rendah, uwi dinilai berpotensi menjadi alternatif pangan yang lebih aman bagi pengendalian gula darah. Sejumlah peneliti menilai pemanfaatan kembali umbi lokal dapat berkontribusi pada pencegahan penyakit metabolik tanpa harus menghilangkan peran beras secara total dalam pola makan masyarakat.***



2 Komentar