Pasar energi global terguncang pascaserangan Iran ke pusat LNG di Qatar.


KOSONGSATU.ID—Eskalasi militer di Timur Tengah kini resmi menghantam urat nadi perekonomian global. Pasar energi dunia mengalami guncangan hebat pada Kamis, 19 Maret 2026, setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone besar-besaran yang menyasar pusat ekspor LNG terbesar dunia di Ras Laffan Industrial City, Qatar.

Insiden ini seketika memicu kepanikan luar biasa dalam rantai pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) di pasar internasional.

​Serangan ini merupakan balasan Iran setelah militer Israel mengebom fasilitas pemrosesan gas South Pars di Asaluyeh sehari sebelumnya (18/3).

Ladang gas South Pars dan North Field—di wilayah Qatar—secara geologis merupakan satu cadangan gas raksasa yang berbagi total 1.800 triliun kaki kubik gas alam.

Akibat serangan ke Ras Laffan, fasilitas yang memproses sekitar 20 persen dari total pasokan LNG dunia tersebut dilaporkan mengalami kerusakan ekstensif dan memicu kebakaran hebat.

​Dampak langsung dari hancurnya sebagian fasilitas LNG Qatar ini langsung terasa di bursa energi Eropa dan Asia.

Sesaat setelah rentetan serangan rudal balistik Iran dikonfirmasi oleh berbagai pihak, harga gas di pasar Eropa (TTF) melonjak drastis hingga tujuh persen.