​Wilayah Sumatera, khususnya Medan, mencatatkan kenaikan harga yang signifikan. Di Pasar 4 Marelan, harga daging sapi dan ayam potong merangkak naik meninggalkan standar harga eceran pemerintah.

​Menanti Gebrakan Sore Ini

​Lonjakan harga yang menembus angka Rp150.000 per kilogram di beberapa titik ini tentu menjadi alarm bahaya. Situasi ini menuntut respons yang lebih dari sekadar kunjungan seremonial.

​Publik kini menunggu apakah Wapres Gibran akan kembali melakukan pengecekan langsung ke titik-titik merah tersebut pada sore ini. Kehadiran fisik pemimpin di lapangan terbukti sering kali efektif meredam spekulan.

​Kenaikan harga ini terjadi bertepatan dengan momen puncak permintaan daging. Masyarakat berbondong-bondong ke pasar untuk persiapan sahur perdana, membuat hukum permintaan dan penawaran bekerja ekstrem.

​Pemerintah dituntut untuk tidak hanya memantau, tetapi juga melakukan operasi pasar jika diperlukan. Stabilisasi harga di Bali harus bisa diduplikasi ke wilayah lain yang kini sedang “terbakar” harganya.

​Langkah taktis Gibran dan jajaran kementerian terkait sangat dinantikan. Jangan sampai disparitas harga ini mengganggu kekhusyukan masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah.

​Mata publik tertuju pada langkah pemerintah sore ini. Akankah harga bisa diredam, ataukah masyarakat harus pasrah membeli daging dengan harga selangit di awal Ramadan?***