Kisah Guru Tua dan Soekarno mengajarkan kita bahwa nasionalisme tidak memandang dari rahim mana kita dilahirkan. Guru Tua, sang Habib dari Yaman itu, telah membuktikan bahwa darahnya boleh asing, namun napas dan jiwanya adalah Merah Putih, setarikan napas dengan perjuangan Bung Karno demi Indonesia yang satu.***


Sumber
    • Sahid, Rahmat. Ensiklopedia Keislaman Bung Karno.
    • Baso, Ahmad. Kiprah Ulama dan Sejarah Bangsa (Analisis Muktamar NU & Penolakan PRRI/Permesta).
    • Tim Peneliti Universitas Alkhairaat. Dampak Gerakan Perjuangan SIS Aljufri dan Kontribusinya.
    • Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 178 Tahun 2014 tentang Perubahan Nama Bandar Udara Mutiara SIS Al-Jufri.