Perhelatan budaya tahunan di Pekalongan sukses memadukan tradisi lokal dengan transaksi digital QRIS serta edukasi wakaf bagi puluhan stan pelaku usaha.


KOSONGSATU.ID – ​Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Pekalongan Andy Arslan Djunaid mengatakan Syafaat dan Festival Bubur Suro 2026 memiliki potensi besar untuk dipromosikan ke tingkat nasional. Acara kolaboratif ini diselenggarakan di Lapangan Leo, Krapyak, Pekalongan, pada 10 hingga 12 Juli 2026.

​Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tegal bersama Pemerintah Kota Pekalongan menginisiasi festival ke-7 ini sebagai motor penggerak ekonomi. Upaya tersebut diwujudkan melalui integrasi tradisi lokal dan akselerasi sistem keuangan berbasis syariah.

​Puncak acara ditandai dengan kirab gunungan berisi 5.000 takir bubur suro yang diarak dari Kantor Kelurahan Krapyak menuju Lapangan Leo. Jumlah ini meningkat signifikan dari perhelatan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya menyediakan 3.000 takir bubur.

​Target Warisan Budaya dan Edukasi Digital

​Kepala Bank Indonesia Tegal bersama Wakil Wali Kota Pekalongan membagikan langsung takir bubur kepada ribuan warga yang memadati lokasi. Saat ini, pemerintah daerah tengah mendorong festival tradisi tersebut agar diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

​Selain merawat kebersamaan, penyelenggara memanfaatkan pasar rakyat ini untuk mengedukasi masyarakat mengenai keuangan modern. Sebanyak 76 stan usaha mikro, kecil, dan menengah yang berpartisipasi telah menerapkan sistem pembayaran nontunai.

​Pengunjung dapat membeli aneka kuliner tradisional serta kerajinan batik menggunakan kode respons cepat atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Transaksi digital ini diterapkan guna menghapus kendala pencarian uang kembalian di lapangan.

​Edukasi literasi keuangan syariah juga diperluas melalui kegiatan Jalan Sehat Syafaat 2026. Lewat agenda ini, ribuan warga lokal diajak memahami esensi wakaf produktif sekaligus mempraktikkan pembayaran nontunai dalam aktivitas harian.

​Menuju Panggung Ekonomi Syariah Nasional

​Bank Indonesia Tegal menjadikan festival tahun ini sebagai bagian resmi dari kegiatan menjelang Festival Ekonomi Syariah regional. Program tersebut nantinya bermuara pada perhelatan akbar Indonesia Sharia Economic Festival 2026 di Jakarta.

​Andy menambahkan bahwa kolaborasi ini membuktikan syiar ekonomi syariah dapat membumi melalui jalur kebudayaan. “Melalui kerja sama ini, perayaan tradisional sukses menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus wadah pemberdayaan pelaku usaha,” ujarnya.***