Dunia Islam pun terbagi dua hari. Bukan karena perpecahan, melainkan perbedaan pendekatan.

Geografi Menentukan Langit
Di balik dinamika itu, ada hukum astronomi yang tak bisa ditawar.
Bulan bergerak relatif cepat terhadap bumi. Perbedaan beberapa derajat bujur dapat membuat selisih waktu terbenam matahari dan bulan menjadi signifikan. Hilal yang masih minus atau terlalu rendah di Asia Tenggara pada Selasa petang bisa saja beberapa jam kemudian telah berada pada ketinggian yang lebih memungkinkan di Afrika Utara atau Amerika.
Artinya, posisi geografis memang memengaruhi peluang visibilitas.
Kementerian Agama RI dalam laporan teknisnya menegaskan bahwa keputusan Kamis diambil berdasarkan data lapangan dan kriteria MABIMS yang disepakati bersama oleh menteri agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Kriteria ini mensyaratkan tinggi hilal minimal tiga derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat agar dinyatakan mungkin terlihat.
Ketika angka-angka itu belum terpenuhi, istikmal menjadi pilihan.
Di titik inilah perbedaan menjadi niscaya. Negara atau organisasi yang memegang prinsip rukyat tak akan memulai puasa sebelum ada kemungkinan visibilitas, sementara yang berpegang pada hisab global tidak mensyaratkan pembuktian visual.
Lebih dari Sekadar Tanggal
Perbedaan awal Ramadan sering memantik perdebatan, tetapi sejatinya ia mencerminkan kekayaan tradisi intelektual Islam.
Di Indonesia sendiri, perbedaan metode bukan hal baru. Sejarah mencatat dinamika serupa sejak era Kesultanan Demak, ketika metode hisab dan rukyat telah menjadi bahan musyawarah para ulama. Kini, perbedaan itu hadir dalam konteks global, dengan teknologi teleskop, data astronomi presisi, dan koordinasi lintas negara.
Bagi umat Muslim, yang lebih penting bukan sekadar tanggal, melainkan kesiapan batin menyambut bulan suci. Mereka yang mengikuti ketetapan pemerintah akan memulai sahur pertama pada Rabu malam, sementara sebagian lainnya telah lebih dulu menjalani hari pertama puasa.
Langit mungkin berbeda satu malam. Tetapi tujuan spiritualnya sama.





0 Komentar