Namun ketika kekuatan militer digerakkan bersamaan dengan retorika ultimatum, ruang kompromi menjadi semakin sempit.
Belum ada deklarasi perang.
Tetapi tanda-tanda eskalasi semakin jelas.
Dunia kini menahan napas, menyaksikan apakah diplomasi mampu mengejar laju militer.
Jika tidak, percikan konflik di Timur Tengah berisiko berubah menjadi krisis yang melampaui kawasan dan menyeret kekuatan besar dunia ke dalam pusaran yang lebih luas.***
Halaman



1 Komentar