OPSHID Lamongan membangun dua Rumah Syukur untuk anggota yang berjuang dalam keterbatasan. Kastam, sosok teladan, dan Miftahul, pedagang leker, jadi penerima penghormatan tahun ini.
KOSONGSATU.ID–Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) Front Ketuhanan Yang Maha Esa (FKYME) DPD Lamongan kembali menyalakan semangat gotong royong dengan membangun dua unit Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubina (RSLHSFM). Pembangunan ini menjadi bagian dari megaproyek nasional pembangunan 97 rumah serentak di 17 provinsi, menyambut 97 tahun Sumpah Pemuda dan lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
Dua rumah tersebut dipersembahkan kepada anggota OPSHID yang dikenal penuh dedikasi meski hidup dalam keterbatasan. Mereka adalah Kastam dari Desa Srirande, Kecamatan Deket, dan Miftahul Bukhori dari Desa Moropelang, Kecamatan Babat.
Kastam, ayah delapan anak, kini tinggal bersama istri, dua cucu, dan putri bungsunya yang berkebutuhan khusus. Meski tak lagi kuat mencari nafkah seperti dulu, ia dikenal aktif di OPSHID Lamongan. Hampir di setiap kegiatan sosial, ia selalu hadir paling awal.
“Rumah ini bukan hadiah, melainkan penghormatan atas jiwa yang tak pernah lelah,” ujar Firman, pengurus OPSHID Lamongan.

Sementara itu, Miftahul Bukhori sehari-hari berjualan leker di sekolah dan tempat keramaian. Ia sempat tinggal di rumah kontrakan setelah menumpang di kediaman mertua, sebelum akhirnya mendapat sebidang tanah dari orang tua. Namun, kondisi ekonomi tak memungkinkan baginya untuk membangun rumah.

Meski harus menahan rasa malu karena kesulitan biaya, Miftahul tetap setia mengikuti kegiatan OPSHID. Atas ketekunannya, pengurus memutuskan memberikan satu unit Rumah Syukur sebagai wujud penghormatan.
“Rumah ini simbol cinta kasih, penghargaan, dan harapan baru bagi saudara yang berjuang dalam diam,” kata Firman.

Dengan tema Peduli kepada Saudara, OPSHID Lamongan menegaskan bahwa kebersamaan bukan sekadar hadir dalam kegiatan, melainkan juga saling menguatkan dalam kehidupan nyata. Rumah Syukur ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong masih menjadi tiang kokoh dalam perjalanan bangsa.***




Tinggalkan Balasan