“Itu dibahas juga, supaya kita bisa mengambil keputusan yang tepat. Jadi, nanti dibilang lagi, ‘ini tutup, terus dulu mereka nyolong gimana?’ Ya enggak ada bos. Tidak akan menutupi masalah kriminalnya,” kata Dony, seusai menemui pimpinan KPK di Jakarta Selatan, Senin, 29 Juni 2026.

Potensi Efisiensi Belanja Rp50 Triliun

Soal dampak finansial, Danantara merinci bahwa pembersihan gurita bisnis negara ini ditargetkan mampu menghemat kas belanja negara hingga Rp50 triliun. Penutupan unit usaha yang tidak produktif akan memotong biaya operasional reguler sebesar Rp20 triliun secara langsung.

Selain itu, Danantara membidik penghapusan transaksi berlapis antaranak perusahaan yang selama ini memicu inefisiensi sistemik senilai Rp30 triliun. Langkah drastis ini berjalan beriringan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti pembengkakan beban gaji ratusan direksi serta komisaris BUMN sakit.

Restrukturisasi massal ini menyasar 750 perusahaan sisa, setelah pemerintah bergerak melikuidasi 200 unit usaha pada tahap awal. Juru Bicara KPK belum memberikan tanggapan tertulis mengenai kesiapan tim penyidik untuk menampung pelimpahan berkas audit massal dari Danantara.***