Proses pembangunan hari ke-5 RSLHSFM DPD OPSHID Sleman. – OPSHID DPD Sleman

Lebih dari Sekadar Bangunan

Program Rumah Syukur Shiddiqiyyah yang digagas OPSHID sudah berjalan 24 tahun. Bukan hanya soal membangun rumah, tapi juga wujud syukur atas dua peristiwa besar: 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan, dan 18 Agustus 1945, berdirinya NKRI.

Selain itu juga untuk mensyukuri momen yang tak kalah penting: Sumpah Pemuda dan lahirnya Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Program untuk rumah Bu Siti Sleman itu merupakan bagian dari 96 rumah serupa yang dibangun serentak di seluruh Indonesia dalam megaproyek gotong royong nasional dan mengusung tema Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubina (RSLHSFM).

“Program Rumah Syukur ini adalah wujud kepedulian OPSHID terhadap masyarakat Indonesia yang membutuhkan. Kami berharap program ini bermanfaat dan mampu meningkatkan taraf hidup mereka,” kata Mulyono, pengurus DPP OPSHID FKYME, dikutip Rabu (24/9).

Program ini juga mendapat dukungan moral dari pemerintah. Di Jombang, misalnya, Bupati Warsubi menyebutnya sebagai semangat kemerdekaan yang nyata.

“Program ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga menumbuhkan rasa persatuan, kepedulian, dan gotong royong,” katanya.

Ia menambahkan, setiap tahun menjelang peringatan kemerdekaan, jemaah Shiddiqiyyah selalu menunjukkan syukur melalui aksi nyata: membangun rumah bagi yang membutuhkan.

Harapan Baru

Bagi Ibu Siti di Sleman, rumah baru ini adalah titik balik hidupnya. “Saya tidak pernah membayangkan bisa punya rumah sendiri. Ini anugerah besar,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kini, ia yakin anak-anaknya bisa belajar lebih tenang di rumah yang layak, tumbuh dengan penuh harapan, dan menatap masa depan lebih baik.***