Saat Kita Meminjam Kaca Mata Mereka

Kita pun akhirnya bercermin dengan kacamata orang lain. Kita bangga bila disebut “modern seperti Barat”, dan malu bila disebut “tradisional seperti Timur”.
Padahal, kemajuan seharusnya bukan soal arah mata angin, tapi cara kita berdiri di atas tanah sendiri.

Orientalisme bukan hanya persoalan politik, tapi juga psikologi bangsa. Ia hidup dalam rasa rendah diri, dalam kurikulum yang menyingkirkan sejarah Nusantara, dan dalam cara media lokal meniru gaya wacana global.

Waktunya Merebut Kembali Narasi

Said menulis bukan untuk membenci Barat, tapi untuk menyadarkan Timur. Bahwa selama kita membiarkan orang lain menulis tentang kita, kita akan terus menjadi objek, bukan subjek.

Sudah saatnya kita menulis ulang narasi kita sendiri — dari sejarah, ilmu, sampai peradaban. Karena peradaban yang lupa menulis dirinya akan ditulis oleh orang lain, dengan sudut pandang yang mungkin sama sekali bukan miliknya.

“Selama Timur masih diceritakan oleh Barat, kita hanya akan menjadi karakter dalam kisah orang lain.” Edward Said, jika ia hidup hari ini, mungkin akan menulis begitu.***