Presiden Belarus Alexander Lukashenko serta pemimpin Kolombia, Brasil, dan Meksiko mengecam agresi militer AS-Israel terhadap Iran.


KOSONGSATU.ID – Presiden Belarus Alexander Lukashenko dalam pernyataannya, Sabtu (14/3/2026), menyebut para agresor tidak meraih satu pun targetnya. Ia mencatat adanya ketenangan relatif setelah serangan AS dan Israel ke Iran.

“Sekarang ketika Donald Trump mengklaim ‘Kami sudah membombardir semua di sana dan tidak ada lagi yang harus dikerjakan’, ini pada dasarnya upaya untuk keluar dari perang,” ujar Lukashenko seperti dikutip Pars Today.

Lukashenko menilai pernyataan Trump sebagai pilihan terbaik. “Biarkan mereka berkata telah membombardir semuanya, tetapi sudah keluar dari perang. Karena bila perang terus berlanjut, kondisi akan sangat buruk buat mereka,” tambahnya.

Presiden Belarus menyebut Iran sebagai negara sangat besar dengan rakyat yang punya spiritualitas. “Serangan ke Iran justru mempersatukan rakyat negara ini sekalipun memiliki perbedaan politik,” tegasnya.

Kolombia, Brasil, Meksiko Serukan Gencatan Senjata

Pemerintah Kolombia, Brasil, dan Meksiko secara bersama menyerukan penghentian serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Dalam pernyataan bersama yang diunggah di X, ketiga negara Amerika Latin tersebut menekankan pentingnya penyelesaian damai.

“Kami menekankan perlunya menyelesaikan perselisihan antarnegara melalui diplomasi internasional, sesuai dengan prinsip penyelesaian damai sengketa,” demikian bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Kolombia.

Ketiga presiden—Luiz Inácio Lula da Silva (Brasil), Gustavo Petro (Kolombia), dan Claudia Sheinbaum (Meksiko)—juga melakukan pembicaraan telepon terpisah mengenai persiapan KTT Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC) – Afrika yang akan berlangsung 18–21 Maret di Bogotá.

Sheinbaum menyatakan bahwa Petro mengusulkan penerbitan pernyataan bersama mengenai perang agresi Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Iran.***