Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dalam acara tersebut menegaskan pustakawan adalah penggerak literasi dan mitra strategis demi mewujudkan Generasi Emas 2045. Namun, pemangkasan anggaran operasional literasi ini dinilai memicu kasak-kusuk karena bertolak belakang dengan retorika pemerintah.
Di akhir laporannya, Aminudin kembali menegaskan besarnya manfaat program literasi yang kini harus terhenti akibat hilangnya dukungan pendanaan dari negara.
“Kami membuat inisiatif pembagian buku ke setiap desa, Taman Baca Masyarakat, Lapas, Puskesmas, itu tahun 2024-2025 satu lokus seribu buku. Hal itu disambut luar biasa, dimanfaatkan dengan sangat baik, dan mendapat respons sangat positif,” kata Aminudin.***
Halaman



Tinggalkan Balasan