Peringatan Hari Perempuan Internasional 2026 menjadi momentum aktivis global mendorong investasi nyata bagi perempuan untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Kampanye “Give to Gain” menolak anggapan pendanaan program perempuan sebagai pemborosan.
KOSONGSATU.ID—Gerakan aktivis sedunia memusatkan perhatian pada kampanye bertajuk “Give to Gain” dalam peringatan Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 2026. Kampanye resiprositas ini menuntut investasi nyata pada kelompok perempuan, terutama di bidang pendidikan dan kepemimpinan.
Mereka menolak anggapan bahwa mendanai program perempuan adalah pemborosan anggaran. Sebaliknya, investasi pada perempuan diyakini mampu menciptakan stabilitas ekonomi kolektif dan memutus kemiskinan yang mewaris antargenerasi.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB, Amina Mohammed, dalam rilis video 8 Maret 2026, menegaskan korelasi antara kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi. “Perekonomian tumbuh pesat ketika perempuan memiliki akses pekerjaan layak,” ujarnya.
Data Global: 64 Persen Hak Hukum, 129 Juta Anak Putus Sekolah
Fakta di lapangan menunjukkan ketimpangan hak asasi yang masih menganga. Data global 2026 mencatat perempuan rata-rata hanya memiliki 64 persen hak hukum absolut dibanding laki-laki. UN Women menegaskan belum ada satu negara pun yang mencapai kesetaraan hukum penuh bagi perempuan.
Laporan terbaru World Vision International, Maret 2026, mengungkap angka pendidikan yang suram. Sebanyak 129 juta anak perempuan masih putus sekolah di berbagai belahan dunia. Kemiskinan dan ancaman kekerasan struktural menjadi penghalang utama mereka mengakses pendidikan.
Tema Resmi IWD 2026: Rights, Justice, Action
Kondisi kritis ini mendasari penetapan tema resmi UN Women untuk IWD 2026: “Rights. Justice. Action. For ALL Women and Girls” (Hak, Keadilan, Aksi untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan). Tema ini bertujuan menekan pembuat kebijakan agar merombak sistem peradilan yang bias gender.




Tinggalkan Balasan