Gelombang desakan mundur Kakanwil Kemenag Jateng mencuat di grup FB Guru Madrasah usai TPG 10.490 guru non-ASN macet total.
KOSONGSATU. ID – Suara “Mundur” Menggema di Grup FB, TPG 10.490 Guru Madrasah Jateng Macet Total. Kericuhan di ruang digital tak terbendung lagi. Media sosial, khususnya grup Facebook Guru Madrasah Swasta Jawa Tengah, mendadak panas oleh desakan agar Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, segera meletakkan jabatannya. Pemicunya jelas: nasib 10.490 guru madrasah non-ASN yang hak Tunjangan Profesi Gurunya (TPG) masih “tersegel” di meja birokrasi.
Memasuki April 2026, para pahlawan tanpa tanda jasa ini mulai kehilangan kesabaran. Saat provinsi tetangga seperti Jawa Barat dan Banten sudah mulai menikmati hasil keringat mereka, guru-guru di Jawa Tengah justru masih harus gigit jari. Ketimpangan inilah yang memicu sentimen negatif dan tudingan bahwa mesin birokrasi di Jateng sedang mengalami “mati mesin”.
FGSNI Layangkan Kritik Keras: Birokrasi Kurang Peka
Keterlambatan ini tidak hanya memicu amuk di media sosial, tetapi juga mendapat sorotan tajam dari Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI). Ketua Umum DPP FGSNI, Agus Mukhtar, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dan telah melakukan koordinasi langsung dengan pihak Kanwil pada akhir Maret lalu.
Agus menilai, alasan administratif yang terus-menerus didengungkan menunjukkan lemahnya kepekaan jajaran Kemenag terhadap kebutuhan mendesak para guru.
”Tentu ini bagian dari evaluasi dan kritik kerja Kanwil Kemenag Jawa Tengah di dalam menyikapi dan sigap terhadap persoalan yang ada,” cetus Agus Mukhtar dengan nada tegas (1/4/2026).
FGSNI menekankan bahwa komitmen pimpinan sangat diuji dalam situasi ini. Jika daerah lain bisa melakukan percepatan, seharusnya tidak ada alasan bagi Jawa Tengah untuk tertinggal secara administratif.
Dalih Perjanjian Bank vs Kebutuhan Dapur
Berdasarkan klarifikasi dari salah seorang Operator Madrasah Kanwil Kemenag Jateng, kendala utama disebut-sebut berada pada tahap Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak perbankan. Namun, bagi para guru, dalih ini terasa sangat hambar.



Tinggalkan Balasan