Konflik memanas mengisyaratkan kejatuhan hegemoni AS dan Israel. Strategi mandiri Iran terbukti mematikan dan mengubah sejarah.
KOSONGSATU. ID – Dunia saat ini sedang menyaksikan pergeseran tektonik dalam lanskap geopolitik global. Konflik bersenjata yang berkecamuk tidak lagi menceritakan narasi lama tentang negara adidaya yang dengan mudah melibas negara berkembang.
Berdasarkan wawasan tajam dari pakar geopolitik Universitas Teheran, Mohammad Marandi, kita melihat realitas baru yang mengejutkan: Iran tidak hanya bertahan, tetapi juga mendikte ritme perang melawan aliansi Amerika Serikat dan Israel.

Ribuan nyawa telah melayang, dan duka tentu menyelimuti wilayah konflik. Namun, secara politis dan militer, kepercayaan diri para pemimpin Washington dan Tel Aviv tampak mulai goyah. Pertanyaannya, bagaimana Iran bisa membalikkan keadaan sedemikian rupa?
Menggugurkan Ilusi Intelijen dan Militer
Selama beberapa dekade, narasi global selalu mengagungkan kehebatan CIA dan Mossad. Marandi menyoroti kelemahan fatal dari institusi-institusi ini. Mereka salah memperhitungkan kedalaman dan kapasitas gudang senjata Iran.
Alih-alih langsung mengeluarkan senjata mutakhir, Iran menggunakan taktik cerdik dengan melepaskan gelombang drone dan rudal lawas mereka untuk menguras sistem pertahanan anti-rudal musuh—seperti Iron Dome. Alarm peringatan di Tel Aviv yang biasanya berbunyi 10 menit sebelum benturan, kini hanya menyisakan waktu beberapa detik.
Realitas ini menelanjangi fakta bahwa mesin perang AS dan Israel memiliki batas kelelahan logistik, dan mereka gagal mengantisipasi perang atrisi (perang jangka panjang yang menguras sumber daya) dengan lawan yang setara.
Buah Manis “Ekonomi Perlawanan”
Ketangguhan Iran bukanlah keajaiban semalam. Marandi menegaskan bahwa hal ini berakar pada visi “Ekonomi Perlawanan” yang dicanangkan oleh mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Menghadapi sanksi brutal selama puluhan tahun, Iran menolak menyerah. Mereka justru membangun pabrik bawah tanah, mencetak jutaan insinyur, dan mengembangkan teknologi rudal serta kedirgantaraan secara mandiri.




Tinggalkan Balasan